Sabtu, 24 Februari 2018

Dua Stasiun Menjadi Saksi

Oleh Yeni Herlinda

Hari yang begitu cerah
Saat matahari mulai menampakan cahayanya
Kicau burung pun telah samar-samar terdengar
Mengiringi perjalananku pagi ini menuju stasiun kertapati

Diperjalanan yang  ku rasa sangat lama ini
Rasa gelisah di hati pun semakin mencuat
Takut... Ya aku takut jika 'terlambat'
Namun semua ketakutan itu sirna
Saat ku lihat teman-teman ku masih ada di kursi tunggu

Aduhai... Ramai sekali orang-orang di stasiun hari ini
Gemuruh suara orang-orang berbincang ria terdengar dari ruang tunggu
Saat pengumuman dari pengeras suara bahwa gerbong kereta akan segera di buka
Kaki ini pun dengan sigap melangkah

Kereta pun melaju
Lambaian haru dari teman-teman yang menghantar kami ke stasiun
Menambah semangat untuk kami berjuang di kota orang

Stasiun kertapati hingga stasiun tanjung karang
Dua stasiun yang memberikan pelajaran dalam perjalanan kami
Saat kami tahu apa yang harus kami capai
Tanpa harus menganggap teman-teman dari kota lain 'Rival'

Stasiun kertapati hingga stasiun tanjung karang
Dua stasiun ini menjadi saksi pertemuan kami
Yang tadinya kami belum saling mengenal
Hingga menjadikan kami seperti saudara sehati
Bercengkerama akrab dan saling tukar gagasan

Langkah menuju Lampung bukanlah tanpa alasan
Dua piala dan bersilaturahmi dengan saudara sehati pun menjadi oleh-oleh tersendiri

Stasiun kertapati hingga stasiun tanjung karang
Telah menjadi saksi perjuangan kami dalam mengaharumkan nama kampus tercinta...

http://www.lokerpuisi.web.id/2017/06/dua-stasiun-menjadi-saksi-oleh-yeni.html?m=1

Jejak Di Stasiun Jakarta Kota

Oleh Yeni Herlinda

Langkah kaki dua orang sahabat tanpa ragu menyusuri sudut kota tua
Bangunan-bangunan kuno yang menyapa
Memberikan pemandangan sangat indah di pelupuk mata

Langkah kaki kami terus melaju
Melaju sangat terarah menuju suatu tempat
Tempat itu bernama stasiun Jakarta Kota

Lalu lalang orang-orang berjalan di pintu masuk stasiun
Loket pembelian tiket pun tak pernah sepi oleh kunjungan konsumen

Asap rokok yang mengepul di sudut ruang tunggu
Pedagang ramah menawarkan bermacam barang dagangannya tanpa malu-malu
Anak-anak kecil berlari-lari ceria di koridor stasiun
Mengingatkan ku pada masa kecil ku dulu

Akhirnya... Suara peluit dan sirine kereta telah benderang
Kereta kami pun melaju kearah timur ujung
Hingga akhirnya kami sampai di cakung
Melepas rindu dengan seseorang yang sangat kami sayang...

http://www.lokerpuisi.web.id/2017/05/jejak-di-stasiun-jakarta-kota-oleh-yeni.html?m=1

Jumat, 23 Februari 2018

Elegi Penyesalan dan Hijrahnya Sahabat

Cerpen Karangan: Yeni Herlinda
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 December 2017

Setiap orang berhak merasakan yang namanya cinta. Karena mencinta dan dicintai itu adalah hak bagi setiap insan, baik itu cinta pada keluarga, sahabat, guru, dan lainnya. Itu kata buku yang gue baca, bukan kata gue. Heee. Tapi hati-hati dalam mengekspresikan yang namanya cinta ini yaaa. Kalau salah tempat dan salah dalam mengaplikasikannya bahaya juga loh. Ini juga kata buku yang gue baca.😄

Nah ini juga yang sekarang sedang dialami oleh sahabat gue yang satu ini, namanya Dita. Ya nama lengkapanya yaitu Anindita Mayasari. Dita sekarang lagi dimabuk cinta pada seorang laki-laki, first love katanya. Huahhh.
Dan perkenalkan nama gue Khansa Salsabilah, nama panggilan gue bella.

“Hallo bel…” tiba-tiba saja dita datang menghampiri gue dan menepuk punggung gue, membuat gue terkejut.
“Awww sakit tak… Ahhh lo kebiasaan nih. Kalau datang nggak pake salam dulu kek.” Kata gue dengan wajah sewot dan masih sedikit kesakitan.
“Hehe. Iya… iya. Sorry… Assalamualaikum bella sahabat gue yang cantik nan solehah.” Ucapnya sambil nyengir kuda dan lagaknya merapikan jilbab gue, padahal jilbab gue nggak berantakan.
“Yeaaaa… Waalaikumussalam…” Jawab gue.
Nih orang sudah pasti kalau ngedekatin gue bakalan cerita tentang pacarnya yang bernama wisnu itu. Yukkk kita hitung, 1… 2… 3… Eng ing eng…
“Bel, gue semalam habis dinner dengan wisnu. Wisnu itu orangnya romantis banget bel. Semalam saja dia ngasih gue bunga dan coklat. Huuu so sweet banget bel pokoknya. Gue makin sayang deh sama dia…”
Heee. Udeh gue tebak kan. Pasti akan cerita tentang itu…
“Terussss… Gue harus bilang waw gitu?”
“Ihh bella nggak asik ah. Bete…” Dita dengan nada jengkelnya.
“Hehehe. Nggak… nggak. Ceilehh gitu aja marah. Iya deh iya wisnu emang romantis. tis. tis…” Gurau gue pada dita. Lalu kami pergi ke kantin.
Well, saat di kantin kami melihat ada wisnu juga di situ dengan segerombol teman laki-lakinya. Jelas saja saat melihat kami di kantin, si wisnu pun nyamperin. Tepatnya nyamperin dita
“Yank, pulang nanti bareng ya. Gue tunggu di depan pos satpam. Okeyyy?” Ucap wisnu pada dita, sambil memegang tangan dita.
“Ooo oke nu…” Balas dita tersenyum dan dengan hati yang berbunga-bunga.
“Cieee…” Gue menggoda dita yang masih membayangkan pangeran kodoknya. Uppps…

Tapi, entah mengapa dari awal dita PDKT dengan wisnu. Gue sudah rada nggak suka. Emang sih bisa dikatakan kalau wisnu itu adalah laki-laki terfavorit di sekolah. Banyak kaum hawa yang mengidolakannya, karena kepiawaiannya dalam bermain basket. Eh tapi nggak untuk gue. Gue nggak sama sekali masuk dalam daftar penganggumers wisnu.

Hari demi hari dita dan wisnu mulai menampakan kedekatan mereka berdua secara terang-terangan di sekolah. Sampai-sampai dita banyak dimusuhi oleh teman-teman cewek yang mengagumi wisnu, nggak sedikit juga yang meneror dita lewat sms. Tapi itu nggak membuat hubungan antara dirinya dengan wisnu renggang. Malah nambah semakin dekat. Tapi tetap saja gue sebagai sahabatnya dita nggak suka kalau wisnu jadi pacarnya dita. Hal ini juga sudah pernah gue utarakan dengan dita. Tapi dita tetap saja membela wisnu dan juga tetap menyanjungnya. Gue pun nggak bisa berkata lagi, dan juga nggak ingin jikalau dita merasa gue ikut campur dalam urusan pribadinya terlalu dalam.

Keesokan harinya di pagi hari yang begitu cerah. Sang surya pun telah memancarkan sinarnya, membuat kami pun bersemangat untuk memulai aktivitas di sekolah hari ini.
Saat di gerbang sekolah, gue melihat dita dan wisnu baru turun dari motornya wisnu. Gue yang saat itu tujuannya ingin menunggu dita untuk barengan masuk ke kelas. Ehhh malah mereka lewat aja di depan gue tanpa melihat ni ada orang yang paling cantik n kece. Hhmmmm sebel iya. Tapi mau gimana lagi namanya juga orang yang lagi dimabuk cinta, jadi seolah nih dunia hanya milik mereka berdua. Untung aja lo itu sahabat gue sudah lama tak, kalau nggak… Ya tetap nggak diapa-apain juga sih hehe.
Haaahh. Gue menghela nafas panjang dan langsung menuju kelas.

Sekarang sudah terhitung umur hubungan pacaran mereka berdua telah menginjak usia 1 tahun. Kami pun sudah naik ke kelas XII. Dita pun sudah jarang ada waktu untuk main bareng gue. Gue kangen banget dengan dita yang dulu, yang saat kemana mana pun kami habiskan waktu berdua. Emang sih di sekolah gue ikut organisasi ROHIS (rohani keislaman), di sana banyak juga teman-teman ceweknya. Tapi entahlah, gue tetap merasa sepi tanpa adanya dita. Gue dan dita sudah bersahabatan sejak jaman SMP. Tapi kami selalu beda dalam memilih aktivitas di sekolah. Dan ketika di SMA. Kami pun memilih organisasi yang berbeda. Gue ikut ROHIS dan dita ikut organisasi seni. Meskipun kami banyak beda. Tapi hobi kami tetap sama, yaitu suka baca novel dan mengambil gambar-gambar yang ada di sekitar walau hanya lewat kamera hp. Hehe. Oya, walaupun dita belum mengenakan hijab. Tapi dita nggak pernah menolak kalau gue ajak ia untuk sholat dhuha dan sholat zuhur berjamaah di sekolah. Gue juga nggak pernah ragu untuk mengajaknya. Dita juga tahu kalau gue bukan tipe orang yang berbasa-basi. Jadi kami sudah saling faham. Tapi semua berubah 180 derajat semenjak dita kenal dengan yang namanya wisnu.

Seantero sekolah pun sudah faham sekali. Dimana ada wisnu, di situ pasti ada dita, pun sebaliknya. Parahnya lagi saat di kelas. Si dita juga nggak henti-hentinya mandangin fotonya wisnu yang ada di dalam dompetnya berwarna ungu itu. Nilai mata pelajaran dita pun hampir rata-rata turun semua, tapi alhamdulillahnya dapat naik kelas itu anak. Gue juga sudah sering ngingetinnya jangan sampai pacaran menganggu pelajaran sekolah, tapi dita hanya jawab iya iya saja. Gue jadi bingung. Emang kalau orang jatuh cinta a.k.a ‘pacaran’ itu harus seperti itu banget ya? Maklum dari SMP sampe SMA ini pun gue belum pernah pacaran. Kalau hanya mengagumi seorang laki-laki, gue pernah, tapi kayaknya nggak sampe ke jatuh cinta deh. Ngeri… Hehe. Yaa Robb… Jangan buat gue jatuh cinta dulu. Gue nggak mau jadi kayak dita. Batin gue berkata…

Sabtu malam dita menelepon gue dengan suara yang surau dan sedikit terisak “Assalamualaikum Bel…” suara dita sangat jelas terdengar kalau ia lagi menangis.
“Waalaikumussalam. Bentar tak… Bentar… Lo kenapa nangis? Kalem. Mulai cerita. Ada apa dengan lo?” Gue bertanya pada dita dengan intonasi sedang.
“Bel, maafin gue. Gue yang nggak pernah peduliin nasehat dari lo. Maaf bel. Gue hamil bel, sudah masuk 2 bulan. Gue sudah minta wisnu untuk mempertanggungjawabkannya dari saat tahu gue hamil. Katanya iya dia mau tanggungjawab. Tapi sampe dengan hari ini wisnu belum menepati janjinya. Saat dihubungi nomornya selalu nggak aktif bel…” dita terus menangis. Dan gue, gue sangat shock saat mendengar pengakuan sahabat gue itu. Pantes saja akhir-akhir ini gue lihat ada yang beda pada diri dita, tampak lesu dan sedikit pucat. Wisnu pun nggak kelihatan di sekolah. Ah gue sangat merasa terpukul, gue merasa gagal dalam menjaga sahabat gue. Gue merasa nggak berdaya saat itu. Astaghfirullah…
“Lo tenang saja tak, gue akan bantu lo untuk cari laki-laki pengecut itu.” Ucap gue dengan perasaan bercampur aduk, dan lebih tepatnya geram. Ya gue geram dengan makhluk yang bernama wisnu prasetia itu. Namanya nggak sesetia orangnya.

Dari pas malam itu juga gue mencari wisnu ditemeni mang ujang sopir gue. Gue datangin rumahnya. Tapi nihil, gue nggak menemukan batang hidungnya di malam itu. Gue nggak nyerah sampai di situ. Terus gue berusaha mencari. Ini demi sahabat gue dan calon bayinya. Namun, tetap saja gue nggak menemukan wisnu. Wisnu seperti menghilang begitu saja dari dunia ini. Dia benar-benar laki-laki pengecut.

Pada suatu hari saat gue masih di sekolah. Gue ditelepon oleh bik minah, asisten rumah tangga gue. Beliau ngabarin gue kalau dita melakukan tindakan ingin bunuh diri dengan meminum obat yang dosisnya sangat tinggi. Oya, semenjak orangtua dita tahu, kalau dita hamil. Dita di usir oleh ayahnya, dan ibunya menelepon gue. Bertepatan dengan itu juga gue langsung menghubungi dita dimana posisi dia saat itu. Saat gue ketemu dengannya. Gue langsung mengajak dita ke rumah gue. Nggak peduli mama papa mau nerima atau nggak akan keberadaan dita di rumah. Itu urusan belakangan fikir gue. Dan sampai hari ini dita masih tinggal di rumah gue. Sesampai gue di rumah, gue nggak melihat lagi dita ada di kamar itu. Ternyata ada secarik kertas yang berisikan pesan singkat dari mang ujang di atas tempat tidur, isinya kalau bik minah dan mang ujang sudah membawanya ke rumah sakit. Gue langsung saja bergegas meluncur ke rumah sakit saat itu juga dengan menggunakan motor, dan saat itu gue masih mengenakan seragam sekolah.

Sesampainya gue di rumah sakit. Gue lihat keadaan sahabat gue itu terbaring lemah di ruang ICU. Gue jadi semakin sedih melihat keadaannya. Ketika dokter keluar dari ruang pasien. Gue langsung mendekati dokter tersebut. “Dok, gimana keadaan dita dan janinnya?” tanya gue pada dokter yang menangani dita pada saat itu.
“Maaf mbak, kami hanya dapat menolong ibunya. Bayi yang di dalam perutnya sudah tidak dapat tertolong, karena efek dari obat-obatan yang berdosis sangat tinggi, sekali lagi kami minta maaf mbak.” Ucap dokter tersebut.
”Innalillahi… Ya dok, terimakasih…” Gue nunduk dan duduk di kursi tunggu, sambil berdoa untuk kesembuhan dita.
Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit. Dita pun telah diizinkan untuk pulang oleh dokter, karena keadaannya sudah sedikit membaik. Gue bersama mang ujang pun sudah di rumah sakit untuk menjemput dita. Dita terlihat sangat menyesal sekali akan perlakuannya yang telah mudah membunuh calon anaknya yang nggak berdosa itu. Lalu gue pun yang saat itu ada di dekatnya langsung memeluknya dan sedikit menenangkannya. Gue menghapus air matanya yang saat itu sangat deras mengalir.
“Sudah tak, lo nggak perlu menyesali apa yang telah terjadi. Sekarang lo ambil hikmahnya aja dari kejadian ini. Jadikan ini pelajaran hidup bagi lo. Gue akan selalu ada disamping lo. Tenang. Lo nggak sendirian.” Gue berusaha menghibur dita.
“Thanks bella, selama ini gue mengabaikan lo sebagai sahabat gue. Hanya karena gue dibutakan oleh yang namanya cinta dunia hingga berujung penyesalan kayak sekarang ini, maafin gue bel. Dan sekarang, apa lo nggak marah bel dengan gue?”
“Heee. Untuk apa gue marah tak, gue nggak pernah marah dengan lo. Tapi satu saja permintaan gue, lo harus janji. Lo harus move on dari yang namanya wisnu. Dan juga terus lo tingkatin ibadah loh pada Allah, dan berjanji untuk benar-benar nggak mengulanginya lagi. Jujur gue kangen dengan kita yang dulu tak. Saat dhuha kita sholat bareng, pulang sekolah kita sempetin ke musholah dulu untuk sholat zuhur berjama’ah. Ke toko buku beli novel dan hunting foto.” Ucap gue sambil merangkulnya.
“Ya bel, gue juga kangen itu semua, gue benar-benar ingin bertaubat dan juga gue janji nggak bakal inget-inget lagi dengan laki-laki itu. Sekali lagi thanks bel, lo sudah banyak ngebantu gue, lo bener-bener sahabat gue yang paling baik bel. Dan insya Allah, gue juga ingin mengenakan jilbab sepertimu bel. Tolong bimbing sahabatmu ini ke arah yang lebih baik lagi bel. Bimbing gue mengenal Allah lebih dekat lagi.” Ujarnya serius pada gue.
“Masya Allah… Iya tak insya Allah. Kita sama-sama ya belajar. Ilmu gue juga belum banyak tak. Tapi kata buku yang gue baca. Kalau kita ingin memperbaiki diri dan terus belajar. Insya Allah, Allah sendiri yang akan memberikan jalan untuk kita. Jadi sembari kita memperbaiki diri, kita juga harus terus berdoa dengan Allah untuk dipermudah jalannya dan di istiqomahkan.” Dita pun mengangguk sambil menghapus air matanya.

Setelah kejadian itu dita pun berubah menjadi sosok yang bijaksana, semakin anggun dengan balutan hijab yang ia kenakan dan juga dewasa. Ia juga kini telah aktif mengikuti pengajian bareng ibu-ibu di lingkungan rumahnya. Kan gue dari dulu suka ngikutin kegiatan-kegiatan taklim dan pergi ke majelis-majelis ilmu. Nah dita sering bilang ke gue, “Bel kalau lo mau pergi ke majelis-majelis yang sering lo datangin itu. Ajak-ajak gue ya, gue juga mau ikut bel”.

Hmmm. Sepertinya ia memang sudah melupakan kejadian yang memilukannya 3 tahun lalu. Sekarang ia tampak fresh dan kembali ceria lagi seperti awal gue mengenalnya saat SMP dulu. Gue pun ikut bahagia. Ia juga sekarang sudah pulang ke rumahnya sendiri, karena ayahnya sudah memaafkannya dan sudah mau menerima dita lagi pulang ke rumah. Dita juga telah mengikuti ujian paket C. Karena pasca kejadian itu, dita nggak mau ngelanjutin sekolah lagi. Gue, ibu dan ayahnya memberi saran pada dita agar ia mengikuti ujian paket C. Alhamdulillah dita pun mau. Sekarang kami pun kuliah di satu kampus tapi beda jurusan. Gue mengambil jurusan jurnalistik, dan lebih dulu kuliah setahun dari dita. Sedangkan dita mengambil jurusan bahasa dan sastra. Hubungan persahabatan kami pun tetap berjalan dengan baik. Bahkan lebih baik dari sebelumnya. Insya Allah sahabat until jannah. Aamiin… 🙂
-END-

Nb:
Cerita ini hanya fiktif belaka. Maaf jika ada kesamaan nama dan alur cerita. Semoga bagi yang sedang membaca (terkhusus) anak2 muda yang sedang menjalankan pacaran. Pacaran yang sehat2 saja ya gaesss. Jangan terlalu berlebihan. Pun lebih baik nggak usah pacaran deh, jika pacaran itu nggak ada manfaatnya, dan malah mendatangkan mudhorot… Hihi. #Pisss #IndonesiaTanpaPacaran



http://cerpenmu.com/cerpen-islami-religi/elegi-penyesalan-dan-hijrahnya-sahabat.html

Senin, 19 Februari 2018

Untukmu Orang Yang Berkacamata

Tak ada gunanya mereka mengaburkanmu
Berlian tetap saja akan menjadi berlian
Sekalipun ada di dalam lumpur tanah liat tertimbunkan batu
Kilau cahayamu akan tetap selalu terpancarkan

Pisau yang menyayat tubuh
Masih akan terasa sakitnya meski sudah diobati
Kertas putih yang tergores tinta ruah
Menghapusnya pun tidak menjadikannya putih bersih seperti semula lagi...

Tapi, itu tidak denganmu...
Hatimu memang begitu mulia, yang juga terbuat dari besi dan logam sepertinya
Kau tetap santai, menunjukkan wajah dan sikap santunmu
Kepada mereka yang acap kali ingin membuatmu jatuh dan terluka

Aku pun tak habis fikir melihat mereka yang begitu tega terhadapmu
Apa mungkin mereka itu takut denganmu?
Ya, sepertinya mereka memang takut dengan perawakanmu yang gagah itu
Itulah sebabnya mereka melakukan berbagai cara untuk menumbangkanmu

Ah, tapi sudahlah...
Mereka memang begitu
Selalu berbuat semau mereka
Segala cara diperbuat hanya untuk menjadi yang No.1
Mereka sengaja melupakan, bahwa ini hanya perkara urusan dunia

Negara ini sangat membutuhkan pemimpin sepertimu
Pemimpin sepertimu tidak boleh terabaikan
Sekali terabaikan mungkin imbasnya pada kehancuran
Kehancuran yang akan terjadi pada Bangsaku dan juga Bangsamu...

Kau sosok yang patut dicontoh
Teruslah bergerak untuk perbaikan bangsa dan selalu tebarkan cinta
Tetaplah tenang dan berdirilah dengan kokoh
Salam hormatku untukmu orang yang berkacamata...


#180218
#AniesBaswedan
#LawanKetidakadilan✊

Selasa, 02 Mei 2017

Pemuda Pemudi Negeriku

Pemuda Pemudi Negeriku...
Teruslah belajar untuk kemajuan bangsamu
Gapailah cita-cita nan tinggi itu
Menjulang sampai ke langit ke-7

Pemuda Pemudi Negeriku...
Tuntutlah cakrawala ilmu sampai ke ujung dunia
Karena engkau tidak akan pernah tahu
Perang pemikiran yang akan terus melanda sewaktu-waktu

Pemuda Pemudi Negeriku...
Jangan menyerah dan putus asa dalam mewujudkan impianmu
Teruslah berusaha dan dongkrak semangatmu

Pemuda Pemudi Negeriku...
Jangan berharap dengan yang lain
Karena yang rela berkorban itu hanya dapat dihitung dengan bilangan

Pemuda Pemudi Negeriku...
Inilah saatnya... Bangkit dan berbuatlah
Jangan engkau terlena ataupun lengah

Pemuda Pemudi Negeriku...
Lakukanlah apa yang engkau mampu
Karena hari ini belum tentu sama dengan hari esok
Maka, jangan izinkan penyeselan datang memberontak
Hingga membuat Negerimu semakin terpuruk

Pemuda Pemudi Negeriku...
Nasib bangsa ini sekarang ada pada genggaman kalian
Ya kalian... Karena kalian adalah cahaya bangsa
Oleh sebabnya sinar kalian selalu dinanti
Untuk terus dapat menerangi negeri Indonesia ini...


#SelamatHariPendidikanNasional
#2Mei2017
#SalamCerdas
#Puisi

http://www.satubahasa.com/2017/05/kumpulan-puisi-tentang-pendidikan-terbaru.html?m=1

Sabtu, 25 Maret 2017

Hikmah di Balik Sakit Menurut Islam


Sakit!!! Kata ini sangat pendek. Tapi nggak sependek badan gue ya. Karena masih tinggian gue darinya :v #Eh? Hehe. Yappp bener sekali kata “sakit” ini bagaikan musuh bagi orang-orang yang enggan ia hampirin. Saat mendengar kata ini kebanyakan orang sangat takut apabila ia telah membayang-bayangi si pemilik tubuh. Wahhh sebegitunyakah perawakan pendek dari kata sakit ini, justru membuat orang takut??? 😮 Ahhh gue rasa itu manusianya aje yang terlalu lebay. Hhiii #pisss
Akhir-akhir ini banyak sekali gue dapatkan kabar tentang orang-orang yang sakit. Baik dari lingkungan rumah, anak teman kerja gue (ceileeehhh udeh kerja ni yen? :D… Hmmmm#^$*@^@*#*-_\), keluarga, teman dan di media sosial pun ada berita dari publik figur, juga dari kalangan pejabat negara. Berita-berita orang sakit itu sering sekali gue dapati. Terlebih lagi dengan diri ini sendiri, sudah seminggu ini gue ngerasain badan agak kurang fit (widihhh curhat bukkk…) hehe. Nggak juga sih 😀
Banyak yang mengeluh di saat sakit datang. Apakah lo salah satunya??? Kira-kira seperti inilah dumelannya :3 “Mengapa sakit ini harus aku yang alami?”, “Kenapa sakit ini tidak sembuh juga…?”, “Yaaa Allah tolong aku, aku sudah tidak kuat dengan penyakit ku ini…”, “Tuhan.. Cabut saja nyawa gue jika penyakit ini nggak sembuh-sembuh juga…” Wahhhh sadis bener perkataan yang terkahir ini, masa minta di cabutin nyawanye sama Allah… Astaghfirullah…
Gaesss, kita ini memang milik Allah. Saat Allah telah menakdirkan kita untuk pergi dari duniaNya. Ya, mudah saja bagi Allah menugaskan malaikat pencabut nyawa untuk mengambil ruh kita dan membiarkan jasad kita terbujur kaku. Tapi kalau kata Allah belum waktunya kita pergi dari dunia ini, separah apapun penyakit kita. Ya kita tidak akan pergi dari dunia ini sampai Allah bener-bener menakdirkan kita untuk pergi nantinya. Bro n sist perlu di inget, hidup dan mati kita itu adalah takdir Allah, sudah di catat di lauhul mahfuz saat pertama kita baru akan hadir di dalam kandungan ibunda. Hidup, mati, rezeki, jodoh dan perkara-perkara lainnya yang terjadi pada kita itu, semuanya kita sudah buat kontrak sama Allah…(Mulai serius nih…:D) Ahaha. Kagak juga. 😛
Jadi janganlah mengeluh saat sakit apalagi sampe lo lo pade ngeluari kata yang kagak mengandung hikmah, itu malah akan menjadi doa yang buruk untuk diri kalian sendiri. Kagak bersyukur namanya tuh.
Yuhuuu. Bener sekali… Disaat kita sakit pastilah nafsu makan kita berkurang, nggak ada gairah, raut wajah nggak terbentuk lagi, gue juga sudah ngalaminya, tapi ada suatu hikmah di balik sakitnya kita. Yaitu Allah angkat dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Allah mendatangkan 4 Malaikat untuk menjaga kita saat kita sakit. Kagak percaya??? Nih ada haditsnya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”Ujaran Rasulullah SAW tsb diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili.
Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda:
Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.
Allah Swt. memerintahkan :
Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya.
Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya, maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.
Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.
Namun untuk malaikat ke-4, Allah tidak memerintahkannya untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin tersebut.
Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata: “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”
Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”
Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”
“Tiada seorang mukmin yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampai pun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah.” (HR Bukhari-Muslim).
“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya.” (HR Ath-Thabarani).
“Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun.“(HR Al-Qadha’i).
Nah gaesss. Sakit ini adalah sunatullah loh, ketentuan dari Allah swt. yang ditimpakan pada manusiaNya. Sudah menjadi hukum alam. Malah yang nggak pernah sakit itu yang harusnya khawatir. Karena Alllah nggak berikan bonus terhapusnya dosa-dosanya saat itu. Sedang pada orang yang sakit, Masya Allah… Allah begitu ringan untuk mengampuni dosa-dosanya yang pernah ia perbuat dan mengembalikannya pada fitrah lagi.
Jadi kagak perlu lah kita jadi pengeluh di saat sakit. Tetap sabar, ikhlas dan selalu posisikan diri untuk selalu semangat. Walau kenyataannya nggak semangat, hehe. Tapi kita paksaain tuh diri untuk jadi semangat. Karena gerak kita sesuai dengan keyakinan hati dan mindset kita gaesss. Karena hanya kitalah yang mampu mengendalikan diri kita. Bukan orang lain.
Dalam keadaan sakitpun kita harus tetap bersyukur karena datangnya sakit itu adalah bukti kasih sayang Allah pada kita. Buktinya Allah mengutus 4 malaikat untuk selalu menjaga kita dalam keadaan sakit. Iya toh? Iyalah… 😀
Penulis & Pengirim: Yeni Herlinda
Follow IG: @yeniherlinda.yh
https://www.lebahmaster.com/hikmah-di-balik-sakit-menurut-islam/

Jumat, 24 Maret 2017

Senja Dan Hujan


Senja dan hujan... 2 saat yang begitu bermakna.
Senja selalu hadir di kala sore menjeĺang malam.
Langit terang pun tak dapat mencegah senja utk tetap menampakkan dirinya.
Di kala senja hadir itu menandakan bahwa hari ini akan berganti esok...
Allah memberikan pelajaran secara tak langsung pd manusiaNya utk dpt selalu bersyukur dgn apa yg telah di perolehnya pd hari ini. Serta menyiapkan diri utk hari esok...
Senja juga memberikan makna akan arti kesetiaan.
Mengapa aku katakan begitu? Karena senja akan terus hadir di kala sore menjelang malam.
Itulah bentuk kesetiaannya pada kita.
Agar kita selalu dpt menikmati keindahannya...
Senja tak pernah absen utk hadir menyapa. Meskipun hujan telah menyapa kita lebih dulu...
Hujan pun tak kalah dlm memberikan pesan kehidupan pd kita.
Coba lihat saja butiran-butiran yg jatuh dari langit itu.
Ia hadir memberikan pelajaran tentang keikhlasan pd kita.
Mengapa? Karena hujan hadir utk menenangkan hati dan fikiran kita.
Ia menghibur kita tanpa meminta balasan.
Hujan memberikan air kepada kita dgn cuma2.
Menyirami seluruh hutan2 dan tanah2 tandus kapan saja... Tanpa di minta...
Adakah hujan meminta upah? Tidak.
Kita pun tdk akan mampu utk menyirami hutan2 dan tanah2 tandus yg ada di bumi ini.
Tapi hujan sanggup...
Disinilah hujan mengajarkan kita tentang keikhlasan...
.
.
.
#senja #hujan #keepbersyukur #Allah

IG: @yeniherlinda.yh